Latest Entries »

Sabtu, 23 Januari 2010

Menjadi Manusia Sempurna bab4

Bab 4

Menjadi Manusia Sempurna

Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa suatu hari Siti Aisyah, istri Nabi SAW ditanya Sahabat, “Saya ingin sekali meniru kehidupan Rosulullah Muhammad, bukankah disebutkan bahwa Muhammad itu uswatun hasanah, contoh yang baik. Nah kalau saya ingin contoh yang baik, ringkas dari ahlak Rosulullah itu seperti apa?” Jawab Siti Aisyah, “Akhlaquhu AlQuran.” Akhlak Nabi itu adalah Al Quran. Kalam Ilahi atau atau kurukulum Ilahi yang tercantum dalam Al Quran itulah yang harus diserap bila seseorang ingin mencontoh Nabi.

Untuk mencapai derajat Manusia Sempurna itu diperlukan sebuah perjuangan 7). Dalam tasawuf dikenal istilah salik. Salik merupakan orang yang selalu berjuang menuju Allah. Untuk mencapai Allah diperlukan sebuah pengembaraan dan perjuangan yang berat dan terus menerus.

Manusia sempurna dalam pandangan tasawuf tradisional adalah manusia yang mampu menangkap sifat-sifat, kehebatan-kehebatan Allah dan kemudaian tercermin atau terkatualisasikan dalam kehidupannya. Dalam proses pencapaian manusia sempurna itu ada beberapa tahap.

Pertama, tahalli, yakni pengosongan diri manusia dari sifat-sifat, kotoran-kotoran yang memungkinkan hadirnya Tuhan dalam diri. Pengosongan itu adalah dalam rangka membuka pintu kehadiran Tuhan. Salah satu bentuk pengosongan adalah puasa. Dalam syahadat ada ungkapan La Ilaha, (jangan sampai kita mengangkat obyek-obyek selain Tuhan). Ini juga salah satu bentuk pengosongan.

Ke dua, adalah takhalli dilakukan, silahkan Allah hadir. Ucapan Illa Allah, dalam syahadat merupakan bentuk dari takhalli. Dalam proses ini Allah diundang hadir. Yang diundang hadir adalah sifat-sifatnya. Kalau sifat-sifat itu sudah hadir, maka kemudian diri kita disifati dengan sifat-sifat Allah. Dalam hadits disebutkan, takhalaku bi akhlaqillah (berakhlaklah Engkau dengan akhlak Tuhan). Dari sinilah kemudian muncul proses tajali, atau proses ke tiga, yakni penampakkan sifat-sifat Tuhan dalam diri manusia. Insan kamil atau manusia sempurna adalah orang yang telah melewati ke tiga tahap itu.

Sebuah riwayat mengatakan apabila seorang telah mencapai derajat insane kamil, maka bila ia melihat, ia akan melihat dengan mata Tuhan, dia akan mendengar dengantelinga Tuhan, dia berbicara dengan mulut Tuhan. Maksudnya, secara popular adalah bahwa dirinya telah terprogram dengan sifat-sifat Allah. Samapi disitulah contoh wahdatul wujud terjadi, bahwa Tuhan telah hadir dalam diri manusia. Tapi kehadiran yang mudah dipahami adalah kehadiran sifat-sifatnya. Kalau dikatakan bahwa manusia sempurna itu reinkarnasi Tuhan, maka maksudnya adalah inkarnasi dari sifat-sifat Tuhan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar