Latest Entries »

Sabtu, 23 Januari 2010

Menjadi Manusia Sempurna bab 1



Bab 1

M a n u s i a

1.1.Siapakah Manusia?

“Apakah dan Siapakah manusia?”, Pertanyaan ini sangat menarik untuk diurai lebih lanjut. Untuk menjawab pertanyaan tersebut sering terjadi berbenturan pendapat, karena keterbatasan manusia dalam memahami dirinya sendiri.

Konsep manusia adalah konsep sentral bagi setiap disiplin ilmu sosial kemanusiaan yang menjadikan manusia sebagai obyek formal dan meterialnya. Agar memahami manusia sesuai dengan kodratnya diciptakan semestinya kita bertanya kepada Sang Pencipta manusia yaitu Allah SWT, caranya dengan menafsirkan wahyu-wahyu yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW melalui kitab suci Al Quran. Gambaran manusia menurut Al quran adalah sebagai berikut : 1)

a. Menggunakan kata yang terdiuri dari huruf alif, nun dan sin, semacam kata insan, ins, nas atau unas.

b. Menggunakan kata basyar.

c. Menggunakan kata Bani Adam, atau Zuriyat Adam.

Kata basyar terambil dari kata yang pada mulanya berarti “menampakkan sesuatu dengan baik dan indah”, dari kata yang sama lahir kata basyarah yag berarti kulit. Manusia dinamai basyar karena memiliki kulit yang jelas, dan berbeda dengan kulit binatang yang lain. Proses kejadian manusia sebagai basyar, melalui tahap-tahap sehingga mencapai tahap kedewasaan. Sebagaimana dijelaskan dalam firmannya :

“Dan diantara tanda-tanda kekuaaan-Nya, Allah menciptakan kamu dari tanah, dan ketika kamu menjadi basyar kamu bertebaran” (Q.S. Ar Rum ayat 20).

Kata insan terambil dari kata uns yang berarti jinak, dan tampak. Kata insan digunakan Al Quran untuk menunjukkan kepada manusia dengan segala totalitasnya, jiwa dan raga. Manusia yang unik, yang berbeda antara satu dengan lainnya. Perbedaan ini terjadi karena perbedaan fisik, mental dan kecerdasan.

1.2. Produksi dan Reproduksi Manusia

Manusia sebagai mahluk Tuhan yang menyandang gelar wakil Allah di bumi melebihi kemampuan mahluk lainnya.

1) Abdul Rahman Shaleh, Muhbib Abdul Wahab, Psikologi Suatu Pengantar Dalam Perspektif Islam, , Prenada Media, Jakarta, 2004

Al Quran menjelaskan manusia tercipta dari tanah, kemudian setelah sempurna kejadiannya, kemudian Tuhan menghembuskan ruh ciptannya. (Q.S. 38:71-72).

Oleh karena asal muasalnya dari tanah, maka manusia juga dipengaruhi oleh kekuatan alam, sehingga manusia memerlukan makan dan minum, berhubungan seks dan lain-lainnya. Dan dengan “Ruh” dia diantar kea rah tujuan non materi yang tak berbobot dan bersubstansi, yang tak bisa diukur atu bahkan dikenal oleh alam material. Al Quran tidak memandang manusia yang tercipta secara kebetulan atau tercipta dari kumpulan atom, tapi ia diciptakan setelah sebelumnya direncanakan untuk mengemban satu tugas.

“Sesungguhnya Aku hendak menjadikan khalifah di muka bumi” (Q.S. 2:30). “Ia dibekali Tuhan dengan potensi dan kekuatan positip untuk mengubah corak kehidupan kea rah lebih baik” (Q.S. 13:11), “serta ditundukkan dan dimudahkan kepadanya alam raya untuk dikelola dan dimanfaatkan” (QS.45:12-13),” ditetapkan arah yang harus ia tuju” (Q.S. 51:56), “dianugerahkan kepadanya petunjuk untuk menjadi pelita dalam perjalanan ini” (QS. 2:38).

Al Quran menguraikan produksi dan reproduksi manusia ketika berbicara tentang penciptaan manusia pertama, Al Quran menunjukkan kepada Sang Pencipta dengan menggunakan penggantian nama tunggal. Sesuai firman Allah SWT :

“Sesungguhnya aku akan menciptakan manusia dari tanah”. Penciptaan manusia secara umum, melalui proses keterlibatan Tuhan bersama selain-Nya yaitu sepasang manusia yang berbeda kelamin (Baca: Ibu dan Bapak). Keterlibatan Ibu dan Bapak mempunyai bentuk pengaruh pada bentuk fisik dan psikis manusia.

1.3. Potensi Manusia Dalam Al Quran

Potensi manusia sebagaimana telah diceritakan dalam Al Quran melalui kisah Adam dan Hawa (QS. 2: 30-39) bahwa sebelum kejadian Adam, Allah telah merencanakan agar manusia memikul tanggung jawab ke khalifahan di bumi. Untuk maksud tersebut Allah telah merencanakan agar manusia memikul tanggung jawab ke khalifahan di bumi. Untuk maksud tersebut Allah memberi akal dan rohani. Dengan akal dan rohani tersebut Allah memberi beberpa potensi kepada manusia, diantaranya :

1. Potensi untuk mengetahui nama benda dan fungsi benda –benda alam.

2. Pengalam hidup di surga, baik yang berhybungan dengan nikmat, maupun akibat buruknya rayuan iblis.

3. Petunjuk-petunjuk agama.

Potensi-potensi tersebut yang diberikan Tuhan, sehingga manusia berbeda dengan mahluk lainnya. Selain unsure tanah dan ruh di dalam tubuh manusia sebenarnya ada juga unsure-unsur lainnya yang mendukung potensi-potensi tersebut, diantaranya adalah unsur Fitrah, Nafs, Qalb dan Ruh. Unsur-unsur tersebut biasanya disebut unsur immaterial.

A. Fitrah

Fitrah adalah bentuk dan sistem yang diwujudkan oleh Allah pada setiap mahluk. Fitrah yang berkaitan dengan manusia adalah apa yang diciptakan Allah pada manusia yang berkaitan dengan jasmani dan akalnya (serta Ruhnya)”.

B. Nafs

Al Quran menegaskan bahwa Nafs dapat berpotensi positip dan negatip. Pada hakikatnya potensi positip manusia lebih kuat dari potensi negatipnya, hanya saja daya tarik keburukannya lebih kuat daripada daya tari kebaikannya.

Al quran juga mengisyarakatkan keanekaragaman nafs besrta peringkatnya, secara eksplisit yang terdiri nari Nafs Ammarah, Nafs Alawamah dan Nafs Muthmainah.

C. Qalb

Kata Qalb bermakna “membalik”. Karena sering berbolak balik, terkadang senang terkadang susah, kadangkala setuju, kadang kala menolak. Qalb amat berpotensi untuk tidak konsisten. Alquranpun menggambarkan demikian ada yang baik dan ada pula yang tidak.

Kalbu adalah wajah pengajaran, kasih sayang, takut dan keimanan. Dengan demikian dapat dipahami pula, mengapa kalbu dituntut untuk dipertanggungjawabkan.

“Allah menuntut tanggung jawab kamu menyangkut apa yang dilakukan kalbumu” (QS. 2:225).

D. Ruh

Memaknai ruh, al Quran membicarakannya beraneka ragam, sehingga sulit untuk menetapkan makna dan substansinya.

“Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah bahwa ruh itu urusanku, kamu tidak diberikan ilmu melainkan sedikit”. (Q.S. 17:85).

Sabda Nabi Muhammad SAW :”Ruh-ruh adalah himpunan yang terorganisa yang saling mengenal akan bergabung dan yang tidak saling mengenal akan saling berselisih”.

Dari sabda Rosul dapat ditarik kesimpulan isyarat, bahwa manusia mempunyai kecenderungan yang berbeda-beda dan setiap kecenderungan jiwanya akan bergabung dengan sesamanya.

E. Akal

Kata akal berasal dari Aql, kata benda ini justru tidak ditemukan di dalam alQuran tetapi kata ini ditemukan dalam kata kerja. Dari segi bahasa kata aql artinya tali pengikat atau penghalang.

Kata Aql mengandung arti sebagai :

1. Dorongan untuk memahami dan menggambarkan sesuatu

2. Dorongan moral

3. Daya untuk mengambil pelajaran dari kesimpulan serta hikmah.

1.4.Ciri-ciri Manusia Dalam Pandangan Al Quran

Adalah benar bahwa manusia bukanlah suatu entitas yang homogen tetapi kebalikannya yaitu heterogen. Berdasarkan Al Quran manusia memiliki potensi –potensi yang meliputi :

1. Manusia mempunyai raga dengan bentuk yang sebaik-baiknya. Dengan bentuk yang paling baik itu diharapkan menjadi bersyukur kepada Allah (QS. An Nahl: 78)

2. Manusia itu sebaik-baiknya dari segi fitrah. Dia tidak mewariskan dosa dari asal-usulnya. Ciri utama fitrah adalah menerima Allah sebagai Tuhan.

3. Ruh. Al Quran secara tegas menyatakan bahwa kehidupan manusia bergantung pada wujud ruh dan wujud badan.

4. Kebebasan, kemauan atau kebebasan kehendak, yaitu kebebasan untuk memilih tingkah laku sendiri kebaikan atau keburukan.

5. Akal. Akal dalam pengertian Islam, bukan otak tetapi daya berfikir yang terdapat dalam jiwa manusia. Akal dalam Islam mempunyai ijatan pada tiga unsur yakni pikiran, perasaan dan kemauan (cipta, rasa dan karsa).

6. Nafs. Nafs atau nafsu seringkali dikaitkan dengan gejolak atau dorongan yang terdapat dalam diri manusia. Apabila dorongan itu berkuasa dan manusia tidak mengendalikannya, maka manusia akan tersesat. Kesesatan tersebut karena manusia yang dikuasai nafsunya itu tidak menggunakan hati dan indera (mata dan telinga yang dimilikinya). (QS. 7:178-179).

-o0o-


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar