Latest Entries »

Minggu, 14 Februari 2010

Apakah Injil Firman Tuhan

BERBAGAI VERSI INJIL Sekarang akan lebih mudah bagi kita menganalisa pernyataan seorang Kristen tentang kitab sucinya. Memisahkan Gandum dari Bedak Sebelum kita memeriksa dengan teliti berbagai versi, mari kita perjelas keyakinan kita berkaitan dengan kitab Tuhan. Apa maksud sebenarnya ketika kita menyatakan ber-iman kepada Taurat, Zabur, Injil dan Al-Qur'an? Kita semua mengetahui bahwa Al-Qur'an adalah Firman Tuhan yang sempurna, diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW kata demi kata, melalui perantara Malaikat Jibril, dan benar-benar dijaga serta dilindungi dari kerusakan yang dibuat manusia selama lebih dari 1400 tahun! Bahkan pengkritik Islam dengan segan telah menjamin kemurnian kitab suci Al-Qur'an tersebut: "Di dunia ini mungkin tidak ada kitab lain yang teksnya tetap murni selama dua belas abad (sekarang empat belas)." - (Sir William Muir).


Taurat yang diyakini umat Islam bukanlah "Taurat" orang-orang Yahudi dan Kristen, meski tulisannya -yang satu bahasa Arab, dan yang lainnya bahasa Ibrani- sama. Kita percaya bahwa apapun yang diajarkan Musa as kepada pengikutnya, adalah wahyu Tuhan, tetapi Musa bukanlah pembuat kitab-kitab tersebut seperti yang diatributkan kepadanya oleh orang-orang Yahudi dan Kristen. Kita juga percaya bahwa Zabur adalah wahyu Tuhan yang diberikan kepada Nabi Daud Alaihis-salam, tetapi Mazmur yang saat ini diasosiasikan dengan namanya bukanlah wahyu tersebut. Umat Kristen sendiri tidak berkeras mengatakan bahwa Daud adalah satu-satunya pembuat Mazmur. Bagaimana dengan Injil? Injil berarti "Gospel (ajaran)" atau "berita baik" yang diajarkan Yesus Kristus selama masa tugasnya yang singkat. Penulis "Gospel" sering menyebut-kan Yesus melakukan dan mengajarkan ajaran tersebut (Injil):

1. "Demikianlah Yesus berkeliling ... memberitakan Injil... serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan." (Injil - Matius 9: 35).

2. "... barangsiapa kehilangan nyawanya karena aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya." (Injil - Markus 8: 35).

3. "... memberitakan Injil...." (Injil - Lukas 20: 1 ).


Injil adalah kata yang sering digunakan, tetapi Injil yang bagaimanakah yang diajarkan Yesus? Dari 27 kitab Per-janjian Baru, hanya sedikit yang dapat diterima sebagai per-kataan Yesus. Umat Kristen bangga dengan Injil Matius, Injil Markus, Injil Lukas, dan Injil Yohanes, tetapi tak ada sebuah pun Injil Yesus! Dengan tulus kita meyakini bahwa segala sesuatu yang diajarkan Yesus berasal dari Tuhan. Itulah Injil, berita baik dan petunjuk dari Tuhan untuk bani Israil. Dalam seluruh hidupnya Yesus tidak pernah menulis sebuah kata pun, dan juga tidak memerintahkan seorang pun untuk melakukan hal tersebut. Injil yang dipergunakan saat ini adalah hasil pekerjaan tangan dari orang yang tidak diketahui namanya. Pertanyaan kita sebelumnya: "Apakah Anda menerima bahwa Injil adalah Firman Tuhan?"


Pertanyaan tersebut benar-benar menantang. Penanya tidaklah hanya sedang mencari keterangan. Pertanyaan tersebut diajukan dengan semangat debat. Kita mempunyai hak untuk meminta de-ngan nada yang sama - dengan mengajukan pertanyaan "Injil yang mana yang sedang Anda bicarakan?". Ia akan balik ber-tanya dengan tidak suka "Mengapa, hanya ada satu Injil?" Injil Katholik Dengan memegang "Douay" (Injil versi Katholik Roma) di tangan, saya bertanya, "Apakah Anda menerima Injil ini sebagai Firman Tuhan?". Pertanyaan terbaik bagi mereka karena perkumpulan Katholik telah menerbitkan Injil versi mereka dalam bentuk yang singkat dan membingungkan. Versi ini mempunyai bagian ekstra dari sejumlah versi yang beredar di pasaran saat ini. Penanya Kristen tersebut kembali bertanya, "Injil apakah itu?". "Kenapa, saya pikir Anda tadi mengatakan bahwa hanya ada satu Injil!" saya mengingat-kannya. "Ya," ia dengan ragu-ragu menggumam, "tapi versi yang mana?" "Kenapa, apakah ada perbedaan?" saya kemba-li bertanya. Tentu saja, dan pendakwah profesional tentunya mengetahui hal tersebut. Ia hanya berpura-pura dengan pernyataannya tentang "satu Injil".


Injil Katholik Roma diterbitkan di Rheims pada tahun 1582, dari terjemahan Injil berbahasa latin Jerome dan dire-produksi di Douay pada tahun 1609. Nampaknya versi Ka-tholik Roma (RCV = Roman Catholic Version) tersebut adalah versi tertua yang masih dapat dibeli sampai saat ini. Berlawanan dengan keantikannya, seluruh dunia Kristen Protestan, termasuk cults, menyalahkan RCV karena berisi tujuh kitab tambahan yang dengan merendahkan dianggap "kebenarannya diragukan", yaitu kepenulisan yang sepenuh-nya meragukan. Sekalipun peringatan yang menakutkan terdapat di dalam Apocalypse, yaitu kitab terakhir dalam RCV (dinamakan "Wahyu" oleh Protestan), kitab ini "diwahyu-kan" : "... jika seseorangmenambahkan (atau mengurangi) sesuatu kepada perkataan perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini." (Injil - Wahyu 22: 18-19).


Tetapi siapakah yang perduli! Mereka tidak sungguh-sungguh percaya! Umat Protestan dengan berani telah menghapus keseluruhan tujuh kitab dari kitab Tuhan! Yang dibuang adalah: Kitab Yudit Kitab Tobit Kitab Barukh Kitab Ester, dll Injil Protestan Ada beberapa hal yang dibicarakan Sir Winston Chur-chill berkaitan dengan versi Injil Protestan yang diautorisasi (AV=Authorised Version), yang juga terkenal sebagai Versi King James (King James Version=KJV). "Versi Injil yang telah diautorisasi diterbitkan pada tahun 1611 dengan kehendak dan perintah yang mulia Raja James (King James) yang namanya masih digunakan sampai sekarang." Para pengikut Katholik Roma, yang meyakini umat Protestan juga memiliki kitab Tuhan yang sama dengan mereka, membantu dan bersekongkol dengan "penjahat" Protestan dengan memaksa para pemeluk baru membeli Injil yang sudah diautorisasi (AV), yang merupakan satu-satunya Injil yang tersedia dalam 1500 bahasa dari sedikit negara-negara maju di dunia.

Mayoritas umat Kristen -Katholik dan Protestan- menggunakan AV atau sering disebut de-ngan KJV Penghormatan Yang Tinggi Sebagaimana yang dikatakan Sir Winston, Injil ini pertama kali diterbitkan pada tahun 1611 dan kemudian direvisi pada tahun 1881 (RV). Setelah direvisi kembali pada tahun 1952 menjadi versi standar yang telah direvisi (RSV=Revised Standard Version), Injil tersebut direvisi lagi pada tahun 1971 (singkatannya masih tetap RSV). Lihatlah opini dunia Kris-ten tentang Injil yang telah direvisi tersebut (RSV):


1. "Versi terbaik yang telah diterbitkan dalam abad seka-rang." (Surat kabar Church of England)

2. "Terjemahan yang secara keseluruhan terbaru karya para sarjana termahsyur." - (Tambahan Literatur Times)

3. "Karakteristik terbaik dari versi yang telah diautorisasi yang dikombinasikan dengan keakuratan terjemahan yang baru." - (Life and Work)

4. "Terjemahan yang paling akurat dan dekat dengan asli-nya." - ( The Times)


Penerbitnya sendiri (Collins), dalam catatan pada Injil di akhir produksinya, berkata dalam halaman I0, "Injil ini (RSV), adalah produk tiga-puluh-dua sarjana, dibantu oleh komite penasehat yang mewakili limapuluh golongan yang bekerjasama." Mengapa semua ini dibanggakan? Apakah agar membuat masyarakat yang mudah tertipu membeli pro-duk mereka? Semua kesaksian ini meyakinkan pembeli bah-wa ia sedang menunggang kuda yang benar, ketika pembeli sedikit berharap untuk menungganginya. "Paling Laku di Dunia" Tetapi bagaimana dengan versi Injil yang telah diautorisasi (AV), "Paling Laku di Dunia?" Para perevisi ini, semua sales yang baik, mengatakan beberapa hal yang bagus tentang hal itu. Pada halaman iii Injil RSV pada paragrap enam ba-gian pendahuluan dinyatakan: "Versi King James (nama lain AV) diterminologikan dengan alasan yang bagus sebagai 'Monumen Prosa Inggris Yang Paling Mulia.' Perevisinya pada tahun 1881 mengeks-presikan kekaguman terhadap 'kesederhanaannya, marta-batnya, kekuatannya, ekspresi kebahagiaannya .... Irama musiknya, dan kebanggaan atas iramanya.' Tidak seperti kitab lainnya, kitab ini masuk sampai pembuatan karakter individu dan institusi umum dari masyarakat berbahasa Inggris. Kita berhutang dengan hutang yang tak terbayarkan kepadanya." Dapatkah Anda, pembaca yang terhormat, membayangkan atribut yang lebih baik yang diberikan kepada "kitab suci" lebih dari yang di atas? Saya, sebagai manusia, tidak dapat. Biarkan pengikut Kristen saat ini meneguhkan diri mereka sendiri terhadap hembusan tidak enak dari para ahli hukum di kalangan agama mereka sendiri; dalam nafas yang sama mereka mengatakan: "Versi King James telah mengalami kerusakan yang penting." Dan, "Kerusakan ini begitu banyak dan serius sehingga memerlukan revisi ...." Hal ini langsung dari sumbernya, yaitu sarjana Kristen ortodoks ternama. Para Doktor teologi sekarang juga perlu memproduksi sebuah ensiklopedi yang menerangkan penyebab kerusakan yang penting dan serius dalam kitab suci mereka dan alasan menghilangkannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar