Latest Entries »

Kamis, 21 Januari 2010

PERUBAHAN MAKNA KATA AGAMA

Mengapa saya mengangkat tema ini agar kalian tahu bahwa orng yang layak dikatakan bergama ketika mereka mampu berindak bersama-sama mampu hidup tentram dan damai, tanpa ada penyakit hati antara sesama manusia. Di era globalisasi seperti sekarang ini banyak sekali orang yang mengaku dirinya beragama, akan tetapi tingkah laku mereka seperti orang yang tidak beragama.
Bisa tidak orang dikatakan beragama ketika mereka saling mencela?
Pernah tidak Nabi yang di utus oleh ALLAH mencela semasa hidupnya? yang pasti tidak
Bagai mana dengan kalian yang mengaku beragama lantas kelakuannya menyalahi agama. Blog ini saya buat agar kalian semua sadar betapah beratnya memeluk salah satu agama

Ada juga opini mengatakan bahwa orang dikatakan bergama ketika dia rajin ke tempat ibadah
yang jadi pertanyaan saya apakah hanya di tempat ibadah orang beribadah (masjid, gereja, wihara, kuil) , tidak kan. Kita mampu beribadah dimana saja, kan Tuhan juga tidak membatasi kita dalam beribadah

Makna AGAMA berasal dari dua kata:
"A" tidak
"GAMA" kacau
yang bermakna "tidak kacau"

Namun kita liat di realitas semuanya kacau, saya sempat heran dengan orang yang berani mengatakn dirinya beragama sementara di sambar sedikit dia langsung mengeluarkan kata-kata cacian untuk orang yang menyambarnya, apakah begitu yang dia ajarkan di dalam agama sehingga saya tidak mau dikatakan beragama. Kalu di ingat-ingat pada jaman rasullulah.saw semua umat islam sampai menumpahkan darahnya untuk mempertaruhkan ISLAM. Sampai sampai islam di kenal sebagai agama yang sempurnah dan agama seluruh jaman.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar